Penyimpangan Aqidah dan Cara Penanggulangannya

Penyimpangan aqidah yang benar adalah kehancuran dan kesesatan , karena aqidah yang benar merupakan motivator utama untuk amal yang bermanfaat. Tanpa aqidah yang benar maka seseorang akan menjadi mangsa persangkaan dan keraguan yang lama – lama menumpuk serta menutup pandangannya terhadap jalan hidup kebahagiaan, sehingga hidupnya terasa sempit dan ia ingin terbebas dari kesempitan dan kesusahannya itu maka ia melakukan bunuh diri, sebagaimana yang terjadi pada orang yang kehilangan aqidah yang benar. Masyarakat yang tidak di pimpin oleh aqidah yang benar merupakan masyarakat BAHIMI (hewani) jadi masyarakat seperti ini sering bergelimpangan materi namun terkadang justru sering menyeret mereka pada kehancuran. Karena kekayaan materi perlu taujih (pengarahan) sesungguhnya dan tidak ada pembenaran kecuali dengan aqidah yang shahih, hal ini dapat di lihat dalam Qs. Al-Mu’minun:51, Qs. Saba’:10-11. Kekuatan aqidah tidak boleh dipisahkan dari kekuatan materi. Jika hal itu dilakukan dengan menyeleweng kepada aqidah batil, maka kekuatan materi akan berubah menjadi sarana penghancur dan perusak, seperti yang terjadi di negara – negara kafir yang tidak memiliki aqidah shahih.
Read More »

Industri dan Teknologi Militer Negara Khilafah

http://www.eramuslim.com/
Masa awal pemerintahan Islam, jihad sebagai metode mendasar penyebaran dakwah Islam telah menjadi bagian penting dari upaya membangun kekuatan Daulah Islam. Jihad adalah perang di jalan Allah untuk meninggikan kalimat Allah. Oleh sebab itu diperlukan persiapan baik logistik, formasi perang, strategi, komandan dan para pasukan serta persenjataan. Persenjataan mengharuskan adanya industri.

وأعدوا لهم ما استطعتم من قوة ومن رباط الخيل ترهبون به عدو الله وعدوكم وآخرين من دونهم لا تعلمونهم الله يعلمهم وما تنفقوا من شيء في سبيل الله يوف إليكم وأنتم لا تظلمون

“Siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kalian sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambatkan unuk berperang (yang dengan persiapan itu) kalian menggentarkan musuh Allah, musuh kalian, dan orang-orang selain mereka yg tidak kalian ketahui sedangkan Allah mengetahuinya.” [Q.S. Al-Anfal: 60]
Read More »

Enam Abad Dinar Dirham Made in Indonesia

Sufyan al Jawi - Numismatik Indonesia
 Sebagian besar dari kita mungkin tak pernah tahu kalau Dinar dan Dirham pernah dibuat dan berlaku di Indonesia sebagai mata uang resmi.

Ya, sejak abad ke-14 nenek moyang kita telah akrab dengan kedua jenis mata uang ini. Dinar dan Dirham pernah mendominasi pasar-pasar di sebagian besar Nusantara, antara lain di Pasai, Malaka, Banten, Cirebon, Demak, Tuban, Gresik, Gowa, dan Kepulauan Maluku.

 Dalam buku Ying Yai Sheng Lan karya Ma Huan, sang juru tulis dan penterjemah Laksamana Muslim Cheng Ho dari Cina saat muhibah ke Sumatera Utara (1405 - 1433), disebutkan bahwa mata uang Samudera Pasai adalah Dinar emas dengan kadar 70 persen dan mata uang keueh dari timah (1 Dinar = 1.600 keueh). Pasai telah mencetak Dinar pertamanya pada masa Sultan Muhammad (1297-1326) dengan satuan mas yang sepadan dengan 40 grains atau 2,6 gram.
Read More »

MENGUNGKAP DOKTRIN YAHUDI DALAM ILMU PSIKOLOGI

Oleh: Pizaro (Aktif di Kajian Zionisme Internasional)

Mengapa kita harus terkejut ketika diberi fakta bahwa inti pelajaran-pelajaran di sekolah kita 95% adalah ajaran setanisme? Toh kita telah membuang Tuhan Yang Maha Esa dari sekolah-sekolah umum kita sudah sejak awal tahun 1960-an. Jadi, sekarang sekolah milik kita telah dibersihkan dari Tuhan selama tiga dekade, sekarang saatnya untuk memperkenalkan agama Anti-Kristus, murni Setanisme. Namun, pengenalan ini, setidaknya pada tahap awal, harus disamarkan, sehingga sebagian besar guru dan pengelola sekolah akan tertipu untuk sifat sejati ajaran ini. Jadi, Setanisme ajaran ini telah diperkenalkan ke sekolah-sekolah kita dengan kedok psikologi. (David Bay, Praktisi Pendidikan di Amerika).


Psyche Sebuah Warisan Kaballah: Membongkar Teologi Yahudi dalam Pencetusan Ilmu Psikologi
Read More »

Islam, Iman, Ihsan

Materi Mentoring AIK Pertemuan III

Islam Iman Ihsan
Pembaca yang budiman, di kalangan tarekat sufi sangat terkenal adanya pembagian agama menjadi 3 tingkatan yaitu: Syari’at, Ma’rifat dan Hakikat. Orang/wali yang sudah mencapai tingkatan ma’rifat sudah tidak lagi terbebani aturan syari’at; sehingga dia tidak lagi wajib untuk sholat dan bebas melakukan apapun yang dia inginkan… demikianlah sebagian keanehan yang ada di seputar pembagian ini. Apakah pembagian semacam ini dikenal di dalam Islam?
Read More »

Islam : satu-satunya Agama Wahyu

Materi Mentoring AIK Pertemuan III
Setelah wahyu Allah swt sempurna diturunkan kepada Nabi Muhammad saw, maka Allah menegaskan, bahwa “Pada hari ini telah Aku sempurnakan bagimu agamamu, dan aku cukupkan bagimu nikmat Ku, dan Aku ridhai Islam sebagai agamamu” (QS 5: 3)
Ayat ini secara tegas menyebutkan, bahwa “Islam” dalam ayat ini adalah menunjuk kepada nama agama yang diturunkan oleh Allah swt kepada Nabi Muhammad saw. Bahkan, secara tegas, nama agama ini diberi nama “Islam” setelah sempurna diturunkan oleh Allah kepada Nabi Nya yang terakhir, yakni Nabi Muhammad saw. Para pengikut Nabi-nabi sebelumnya disebut sebagai “muslimun”, tetapi nama agama para Nabi sebelumnya, tidak secara tegas diberi nama “Islam”, sebagaimana agama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. Meskipun, semua agama yang dibawa oleh para Nabi mengandung inti ajaran yang sama, yakni ajaran Tauhid.
Read More »

Aqidah Secara Etimologi

Materi Mentoring AIK Pertemuan II
Aqidah berasal dari kata ‘aqd yang berarti pengikatan. Kalimat “Saya ber-i’tiqad begini” maksudnya: saya mengikat hati terhadap hal tersebut.
Aqidah adalah apa yang diyakini oleh seseorang. Jika dikatakan “Dia mempunyai aqidah yang benar” berarti aqidahnya bebas dari keraguan. Aqidah merupakan perbuatan hati, yaitu kepercayaan hati dan pembenarannya kepada sesuatu.
Aqidah Secara Syara’
Yaitu iman kepada Allah, para MalaikatNya, Kitab-kitabNya, para RasulNya dan kepada Hari Akhir serta kepada qadar yang baik maupun yang buruk. Hal ini disebut juga sebagai rukun iman.
Syari’at terbagi menjadi dua: i’tiqadiyah dan amaliyah.
I’tiqadiyah adalah hal-hal yang tidak berhubungan dengan tata cara amal. Seperti i’tiqad (kepercayaan) terhadap rububiyah Allah dan kewajiban beribadah kepadaNya, juga beri’tiqad terhadap rukun-ru kun iman yang lain. Hal ini disebut ashliyah (pokok agama).
Sedangkan amaliyah adalah segala apa yang berhubungan dengan tata cara amal. Seperti shalat, zakat, puasa dan seluruh hukum-hukum amaliyah. Bagian ini disebut far’iyah (cabang agama), karena ia di bangun di atas i’tiqadiyah. Benar dan rusaknya amaliyah tergantung dari benar dan rusaknya i’tiqadiyah.
Read More »

MANAJEMEN DAKWAH “KEKELUARGAAN”

Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang mukmin bahwa sesungguhnya bagi mereka karunia yang besar dari Allah. Dan janganlah kamu menuruti orang-orang yang kafir dan orang-orang munafik itu, janganlah kamu hiraukan gangguan mereka dan bertawakallah kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai pelindung. ( Al Ahzab : 47-48 )
Read More »

Moeslimah idol


http://www.gaulislam.com/

Cantik, tubuh proporsional, pintar, gaul dan berperilaku baik. Itulah gambaran cewek ideal yang ada di benak setiap orang. Nggak heran kalo cewek yang memenuhi kriteria kayak gini sontak jadi idola di lingkungannya.

Nggak perlu jauh-jauh ikutan Indonesian Idol, AFI atau KDI, di sekitar kita tanpa kita sadari banyak loh idola-idola yang sering jadi buah bibir. Di sekolah atawa kampus misalnya, pasti ada aja satu-dua temen kita yang kelihatan paling menonjol dan jadi pusat perhatian. Jadilah doi jadi temen favorit yang disukai semua orang.

Bahkan bisa jadi di habitat dakwah kita, ada akhwat-akhwat tertentu yang karena kelebihannya jadi incaran para ikhwan, atau sebaliknya jadi teladan kalangan akhwat. Meski itu nggak diproklamirkan, toh fakta membuktikan akhwat macam gitu sering jadi pusat perhatian. Paling nggak, banyak ikhwan-ikhwan yang ngebet pengin mengkhitbahnya (ups).
Read More »